*
baco dulu cik..
EKONOMI, PEMBANGUNAN, PENDIDIKAN, SOSIAL

Biaya Pendidikan Mahal, Wajar Masyarakat Marah

Bagus Giri Purwo & H. Ahmad Kanedi, SH
foto: facebook

Kabar Tobo Kito – Pengamat Sosial dari Universitas Bengkulu Bagus Giri Purwo menilai wajar bila masyarakat Kota Bengkulu menjadi resah bahkan marah terhadap masalah mahalnya biaya pendidikan. Sebab, masyarakat telah memegang janji politik Walikota Bengkulu H. Ahmad Kanedi, SH, MH untuk menggratiskan biaya pendidikan. Kalau pun tidak bisa menggratiskan secara keseluruhan, harusnya Pemda Kota menepati janji tersebut kepada siswa-siswa yang memiliki potensi akademik dan non akademik yang memadai, namun tidak mampu secara ekonomi.

“Jadi mereka memang bisa bersekolah secara gratis. Kalau anggarannya masih tersedia, siswa yang potensi akademik dan non-akademiknya biasa-biasa saja dan tidak mampu secara ekonomi, yang selanjutnya dibantu. Kalau sekarang ini kan tidak, subsidi yang diberikan untuk seluruh siswa tanpa melihat latar belakang ekonomi. Itu pun baru bisa dinikmati setelah diterima di sekolah. Padahal, salah satu hambatan masyarakat untuk sekolah adalah biaya masuk,” kata Bagus dilansir Rakyat Bengkulu dalam “Pendidikan Mahal Rugikan Negara”, Senin (6/8/2012, halaman 13).

Keresahan dan kemarahan masyarakat terhadap mahalnya biaya pendidikan tersebut juga harus menjadi introspeksi bagi Pemda. Sangat dimungkinkan itu akibat pembangunan ekonomi yang dilakukan Pemda Kota tidak berhasil. Sehingga, pendapatan masyarakat tidak mengalami peningkatan.

Bagus menambahkan, masalah mahalnya pendidikan harus disikapi secara serius. Harus disadari, penerapan biaya pendidikan mahal bisa terkategori sebagai tindakan yang bisa merugikan negara. Sebab, menghambat anak-anak yang memiliki potensi akademik dan non akademik memadai, namun tak mampu secara ekonomi, tidak bisa mengenyam pendidikan. “Merugikan negara terkait investasi sumber daya manusia yang berkualitas,” kata Bagus.

Menurut Bagus, Walikota Bengkulu H. Ahmad Kanedi, SH, MH dan para kepala sekolah harus berpikir visioner terkait pembangunan manusia. Apalagi negara sedang giat berinvestasi meningkatkan kualitas sumberdaya generasi penerus sebagai calon pemimpin pada masa mendatang. “Salah satu tugas pemerintah adalah mempersiapkan calon-calon pemimpin yang berkualitas. Tak peduli apapun latar belakang ekonomi mereka,” kata Bagus.

Khusus untuk tingkat SD – SMP, sangat tidak pantas dikenakan pungutan. Sebab, negara telah memprogramkan wajib belajar. Sehingga, pemerintah dan sekolah wajib menyukseskannya, bukan malah menghambatnya. Wajib belajar tersebut, lanjut Bagus, harus dipahami bahwa negara berkewajiban memfasilitasi masyarakat menikmati pendidikan. “Bagi masyarakat, menikmati pendidikan hingga SMP itu adalah hak. Sedangkan bagi negara, memfasilitasi masyarakat untuk menikmatinya yang menjadi kewajiban,” kata Bagus. (**)

About matololak

Matololak merupakan komunitas orang Bengkulu yang cinta Provinsi Bengkulu, yang bersifat nirlaba. Salah bentuk kecintaan terhadap Provinsi Bengkulu, matololak membangun blog Kabar Tobo Kito dengan menyeleksi, mengemas ulang dan mempublikasikan berita-berita yang diterbitkan oleh media massa dan media sosial.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Statistik

  • 107,742 hits

Fans Page Kabar Tobo Kito

Follow Kabar Tobo Kito on Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Menjadi teman di Facebook

Ketik alamat email anda untuk mengikuti berita terbaru dari Blog Kabar Tobo Kito

matololak

Matololak merupakan komunitas orang Bengkulu yang cinta Provinsi Bengkulu

%d blogger menyukai ini: