*
baco dulu cik..
HUKUM, KORUPSI, POLITIK

Mantan Ketua DPRD Ditahan

Rosnaini Abidin
Anggota DRRD Prov. Bengkulu
foto: facebook.com

Kabar Tobo Kito – Ketua DPRD Seluma periode 2004 – 2009 yang kini menjabat Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Rosnaini Abidin alias Upik Bidin terhitung tadi malam ditahan di Lapas Kelas II A Malabero sebagai tahanan Kejari Bengkulu dalam kasus dugaan penipuan atau percaloan CPNS. Mulai pukul 18.00, Upik Bidin resmi bermalam di kamar 15 Paviliun Bougenvil Lapas kelas IIA Malabero Bengkulu. Penahanan dilakukan karena Kejati menilai Upik Bidin tidak kooperatif.

Penahanan dilakukan usai Upik Bidin menjalani pelimpahan tahap kedua (serahterima tersangka dan barang bukti) dari penyidik Polda Bengkulu ke Kejati diteruskan ke Kejari Bengkulu. “Kami mendapat perintah langsung dari Kajati untuk melakukan penahanan terhadap Rosnaini Abidin. Bagaimanapun, perintah tersebut penuh pertimbangan dan untuk kelancaran proses hukum yang bersangkutan,” kata Kajari Bengkulu, Suryanto, SH, dilansir Rakyat Bengkulu dalam “Upik Bidin Dipenjara”, Kamis (12/7/2012, halaman 1).

Untuk diketahui, dalam Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), Upik Bidin dijerat Pasal 378 KUHP terkait tindak pidana penipuan. Saat pelimpahan tahap pertama, penyidik diminta menambahkan pasal junchto yang dikenakan untuk menjerat Upik Bidin. Dalam berkas yang disusun penyidik, tersangka dijerat pasal 378 KUHP. Sementara jaksa peneliti meminta ditambahkan pasal 372 ayat 1 junchto (jo) pasal 64 ayat 1 KUHP.

Ketika itu jaksa beralasan perbuatan tersangka berulang-ulang. Penambahan junchto pasal tersebut dimaksudkan menguatkan isi dakwaan. Kemudian ditambah pasal 372 karena ada unsur penggelapan dalam perbuatannya. Upik Bidin ditetapkan sebagai tersangka penyidik Subdit Harda dan Curanmor Polda Bengkulu untuk 5 kasus penipuan sekaligus.

Rinciannya, 2 kasus modus menjanjikan proyek atas nama korban Judianto Juanda senilai Rp 1,6 miliar dan Widodo senilai Rp 1,7 miliar. Tiga kasus lainnya atas nama korban anggota DPRD Provinsi Basri Muhammad dalam kasus cek kosong senilai Rp 150 juta, kasus penipuan CPNS yang melibatkan korban Ujang Supriadi senilai Rp 75 juta dan kasus penipuan menjanjikan lulus tes karyawan di sebuah bank dengan korban Dian Ariandi senilai Rp 100 juta.

Upik Bidin ditanya soal penahanan ini, melalui kerabatnya menyerahkan sepenuhnya ke proses hukum. ”Sudahlah tidak apa-apa saya ditahan karena sudah keputusan. Saya tetap berharap kasus ini segera berakhir dan ada pengalihan status tahanan,” kata Upik Bidin.  Sementara Penasihat Hukum Rosnaini Abidin, Yuliswan, SH menyayangkan penahanan Upik Bidin. Menurutnya alasan penahanan yang dilakukan oleh Kejari kurang tepat. Merunut Pasal 21 KUHAP, tidak ada unsur Upik Bidin melakukan tiga hal seperti tercantum dalam pasal tersebut. Meski demikian pihaknya tetap menghargai keputusan pihak kejaksaan. (**)

About matololak

Matololak merupakan komunitas orang Bengkulu yang cinta Provinsi Bengkulu, yang bersifat nirlaba. Salah bentuk kecintaan terhadap Provinsi Bengkulu, matololak membangun blog Kabar Tobo Kito dengan menyeleksi, mengemas ulang dan mempublikasikan berita-berita yang diterbitkan oleh media massa dan media sosial.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Statistik

  • 107,746 hits

Fans Page Kabar Tobo Kito

Follow Kabar Tobo Kito on Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Menjadi teman di Facebook

Ketik alamat email anda untuk mengikuti berita terbaru dari Blog Kabar Tobo Kito

matololak

Matololak merupakan komunitas orang Bengkulu yang cinta Provinsi Bengkulu

%d blogger menyukai ini: