*
baco dulu cik..
BUDAYA

Syukri, Angkat Martabat Musik Dol di Dunia Internasional

Syukri Ramzan
foto: indonesiaproud.wordpress.com

Kabar Tobo Kito – Syukri Ramzan, pria kelahiran 18 November 1967 di Bengkulu adalah pemusik dol yang berhasil mengangkat musik dol di dunia internasional. Lewat kerja keras, Syukri mempopulerkan dan menciptakan komposisi musik dol sehingga membuat musik dol diakui dunia sebagai salah satu kekayaan musik etnik Indonesia.

Pengakuan tersebut terbukti saat mengikuti Syukri mengikuti Solo International Ethnic Music 2007 dengan meraih predikat The Best Performance. ”Sayang sekali jika musik dol hanya dikenal di Bengkulu, padahal musik dol punya banyak keunikan,” kata Syukri dilansir http://www.indonesiaproud.wordpress.com dalam Syukri Ramzan: Pemusik Dol Bengkulu & Peraih The Best Performance Solo International Ethnic Music 2007, (6 November 2010).

Keunikan dol adalah satu-satunya alat musik perkusi di dunia yang tidak berlubang di dasarnya. Karena itu, bunyi dol unik, apalagi jika ditabuh bersamaan dengan pukulan energik. Bunyi yang ditimbulkan seperti beduk walaupun ukuran dol jauh lebih kecil. ”Saya berpikir, jika musik dol yang punya karakter kuat dan unik tidak ditampilkan, lama-lama hilang. Kalau tak digarap menjadi seni pertunjukan, kapan musik dol akan dikenal luas,” ujar ayah dua anak itu.

Minat Syukri pada musik berasal dari keluarga. Lahir dari keluarga pemusik, sejak kecil Syukri sudah akrab dengan seni tari, seni musik, dan seni teater. Sebelum mendalami musik dol secara serius, Syukri adalah penari dan koreografer. Dia juga belajar membuat komposisi musik untuk mengiringi tari dan teater.

Syukri mengaku belajar musik dol secara otodidak. Cara memainkan dol cukup mudah karena teknik dasarnya cuma terdiri dari tiga jenis pukulan yang disebut suwena, tamatam, dan suwari. Pukulan suwena adalah pukulan dengan tempo lambat, tamatam adalah pukulan lebih cepat dan konstan, sedangkan suwari adalah pukulan dengan tempo satu-satu.

Syukri pula yang ”merevolusi” penampilan dol dengan memasang tali pada dol sehingga dol bisa digendong di depan penabuhnya. Sebelumnya, dol hanya diletakkan di bawah, tetapi sekarang dol selalu dimainkan dengan digendong. Karena berat dol bisa mencapai 25 kilogram, penabuh harus berlatih agar kuat menggendong dol. ”Dol lebih bagus digendong karena kesannya dinamis dan lebih atraktif. Kalau cuma diletakkan di bawah, kesannya statis,” kata Syukri.

Syukri menjelaskan kaitan musik dol dengan upacara Tabot. Upacara Tabot digelar di Bengkulu setiap tahun pada 1-10 Muharam untuk memperingati meninggalnya Hasan dan Husein, cucu Nabi Muhammad SAW. Menurut dia, hingga tahun 1970-an, musik dol masih dikeramatkan. Hanya orang-orang yang memiliki hubungan darah dengan keluarga Tabot (keluarga yang menyelenggarakan upacara Tabot) yang boleh menabuh dol.

Syukri yang saat itu masih anak-anak termasuk beruntung. Dia diperbolehkan menabuh dol meski cuma sebentar. Pengalaman menabuh dol sangat membekas di ingatannya. Setelah dewasa, pikiran Syukri tetap terusik soal musik dol. ”Sayang sekali jika musik dol hanya dikenal di Bengkulu, padahal musik dol punya banyak keunikan,” katanya.

Keinginan Syukri untuk memopulerkan musik dol ditempuh dengan nekat. Tanpa basa-basi, apalagi minta izin para tetua, pada 1985 Syukri mementaskan musik dol di luar upacara Tabot untuk mengiringi tari tradisional Bengkulu. Itulah pertama kalinya musik dol dimainkan di luar upacara Tabot.

Mulai dari mengiringi pentas tari itulah, musik dol terkenal sampai ke luar Bengkulu meski melalui proses bertahun-tahun. Hari ini, menampilkan musik dol di luar upacara Tabot adalah hal yang sangat lumrah. ”Kalau waktu itu saya minta izin, pasti tidak boleh karena musik dol dianggap keramat. Saya langsung saja mementaskan musik dol di luar upacara Tabot. Ternyata gagasan saya diterima,” ungkapnya.

Setelah musik dol dikenal luas, Syukri mulai bereksperimen mengolaborasikan musik dol dengan berbagai alat musik. Hasilnya, Syukri menghasilkan sekitar 30 komposisi musik dol yang telah dikolaborasi. ”Saya sudah membuat komposisi musik dol dengan jimbe, kameo (alat musik tiup dari kerang khas Pulau Enggano), gitar listrik, mandolin, gambus, keyboard, akordeon, biola, gitar bas, sampai gamelan Jawa,” ujarnya.

Kerja keras dahulu, pengakuan akan datang. Syukri sudah menjelajah kota-kota besar di Indonesia, bahkan sudah berkali-kali pentas di Malaysia dan Singapura. Setiap kali pentas, Syukri membawa rombongan pemusik dol sebanyak 10 orang. Pada 2006 sampai 2008, Syukri dan kelompok dolnya diundang ke Istana Negara mewakili Provinsi Bengkulu dalam acara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. Kelompok ini juga pernah diundang pentas ke Inggris, Finlandia, Australia dan Uni Emirat Arab.

Syukri bukan hanya melakukan ”revolusi” atas musik dol, melainkan juga seorang pembuat dan pengoleksi dol. Dari 140 dol yang ada di seluruh Bengkulu sekarang, 70 di antaranya milik Syukri. ”Kayu yang baik untuk dol adalah kayu kelapa karena ringan dan kuat. Kulitnya dari kulit sapi. Harga satu dol Rp 750.000 sampai Rp 900.000,” kata Syukri. (**)

About matololak

Matololak merupakan komunitas orang Bengkulu yang cinta Provinsi Bengkulu, yang bersifat nirlaba. Salah bentuk kecintaan terhadap Provinsi Bengkulu, matololak membangun blog Kabar Tobo Kito dengan menyeleksi, mengemas ulang dan mempublikasikan berita-berita yang diterbitkan oleh media massa dan media sosial.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Statistik

  • 107,742 hits

Fans Page Kabar Tobo Kito

Follow Kabar Tobo Kito on Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Menjadi teman di Facebook

Ketik alamat email anda untuk mengikuti berita terbaru dari Blog Kabar Tobo Kito

matololak

Matololak merupakan komunitas orang Bengkulu yang cinta Provinsi Bengkulu

%d blogger menyukai ini: