*
baco dulu cik..
HUKUM, INFRASTRUKTUR, PELAYANAN PUBLIK, PEMERINTAHAN, PERHUBUNGAN, POLITIK

Tak Berdaya, Untuk Apa Ada Walikota

Kabar Tobo Kito – Ketua Yayasan Lembak Bengkulu Ir. H. Usman Yasin, M. Si mengatakan, Walikota berhak menertibkan truk batu bara yang masuk dalam wilayah Kota. Sebab walikota memiliki wewenang dalam hal kebijakan, penetapan regulasi serta penerapan aturan perundang-undangan. Tindakan tegas bisa dilakukan dengan bekerjasama aparat penegak hukum. Jika dibiarkan, Kota Bengkulu yang akan rugi karena perbaikan jalan bisa menghabiskan dana miliaran.

Usman mengemukakan hal tersebut menanggapi pernyataan Walikota Bengkulu H. Ahmad Kanedi, SH, MH hanya bisa mengurut dada melihat truk batu bara melintasi jalan kota. “Kalau walikota berpikiran begitu, untuk apa ada walikota. Sama saja tidak ada fungsinya. Walikota harus berani menerapkan aturan perundangan, karena dia punya wewenang. Walikota saja sudah tidak mampu, apalagi masyarakat. Kota ini mau dijadikan apa? Apa mau dijadikan wilayah tanpa hukum? Jelas tidak mungkin,” kata Usman, dilansir Rakyat Bengkulu dalam “Walikota Jangan ‘Cuci Tangan’”, Minggu (8/7/2012, halaman 9).

Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu Ir. Muharamin mengatakan, Pemda Kota berhak menindak tegas truk batu bara yang melewati jalan Kota Bengkulu, diluar trayek yang telah ditetapkan. Pemda Kota juga tidak bisa diam berpangku tangan dan menyalahkan Pemda Provinsi. “Jika masuk kota di luar trayek yang ditetapkan, kota yang mengaturnya,” kata Muharamin.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Drs. Eko Agusrianto mengatakan, pihaknya telah menetapkan sejumlah jalur bagi truk batu bara. Baik untuk pengangkutan atau dalam kondisi kosong. Jalur truk dari arah Bengkulu Utara rute pergi dan pulang (PP) Pasar Pedati Bengkulu Tengah, Tugu Hiu, Simpang Empat Nakau, Kembang Seri, Air Sebakul, Pagar Dewa dan Pulau Baai Kota Bengkulu.

Dari arah Seluma, rute yang boleh dilalui Betungan, Pekan Sabtu dan Pulau Baai Kota Bengkulu. Sementara dari arah Bengkulu Tengah, jalur yang boleh dilalui adalah Pagar Jati, Taba Penanjung, Kembang Seri, Air Sebakul, Pagar Dewa dan Pulau Baai. “Untuk mempertegas jalur itu, kami telah memasang rambu-rambu. Kami juga punya jembatan timbang di Air Sebakul. Kalau mereka melebihi tonase yang ditentukan, maka truk bisa ditilang,” kata Agus.

Agus juga mengakui, sopir truk batu bara dan pengangkut hasil perkebunan kerap tidak melalui jembatan timbang yang telah disediakan. “Kadang-kadang mereka ini setelah mendekati Air Sebakul, bagi mereka yang melebihi tonase terkadang nakal. Mereka mereka langsung saja tanpa melalui jembatan timbang. Hal yang seperti ini kita tidak punya wewenang untuk mengejar mereka. Itu kewenangan aparat kepolisian untuk menindaknya,” ujar Agus. (**)

About matololak

Matololak merupakan komunitas orang Bengkulu yang cinta Provinsi Bengkulu, yang bersifat nirlaba. Salah bentuk kecintaan terhadap Provinsi Bengkulu, matololak membangun blog Kabar Tobo Kito dengan menyeleksi, mengemas ulang dan mempublikasikan berita-berita yang diterbitkan oleh media massa dan media sosial.

Diskusi

2 thoughts on “Tak Berdaya, Untuk Apa Ada Walikota

  1. “Agus juga mengakui, sopir truk batu bara dan pengangkut hasil perkebunan kerap tidak melalui jembatan timbang yang telah disediakan. “Kadang-kadang mereka ini setelah mendekati Air Sebakul, bagi mereka yang melebihi tonase terkadang nakal. Mereka mereka langsung saja tanpa melalui jembatan timbang. Hal yang seperti ini kita tidak punya wewenang untuk mengejar mereka. Itu kewenangan aparat kepolisian untuk menindaknya,” ujar Agus.’….maaf pak menurut saya, anda Bapak salah karena Bapak punya wewenang. cuma Bapak tidak berani, tidak punya Nyali atau jangan-jangan Bapak tidak mengerti fungsi jabatan yang Bapak emban. Coba Bapak tanya langsung keluh kesah Supir/pengusaha kenapa masih saja masuk kota….pasti ada alasan tepat & masuk logika ekonomis dari mereka. Salam.

    Posted by Nuel | 9 Juli 2012, 2:52 pm
    • betul nuel…
      kebiasaan di kota bengkulu ini adalah saling lempar tanggung jawab…. klo soal jawab berebut dah… tapi klo tanggung baru berebut lari…

      Posted by setan pemburu anjink | 16 Juli 2012, 2:51 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Statistik

  • 107,742 hits

Fans Page Kabar Tobo Kito

Follow Kabar Tobo Kito on Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Menjadi teman di Facebook

Ketik alamat email anda untuk mengikuti berita terbaru dari Blog Kabar Tobo Kito

matololak

Matololak merupakan komunitas orang Bengkulu yang cinta Provinsi Bengkulu

%d blogger menyukai ini: