*
baco dulu cik..
AGAMA, PELAYANAN PUBLIK, PENDIDIKAN

Junaidi: Banyak Penyuluh Agama Makan Gaji Buta

Junaidi Hamsyah – Plt Gubernur Bengkulu
foto: harianrakyatbengkulu.com

Kabar Tobo Kito – Plt Gubenur Bengkulu H. Junaidi Hamsyah, S.Ag, M.Pd mengingatkan agar para penyuluh agama honorer menjalankan tugas dan tanggungjawab secara maksimal dalam rangka mencerdaskan dan meningkatkan kualitas perilaku, keimanan masyarakat.

“Mohon penyuluh itu jangan banyak yang perempuan. Kalau kondisinya seperti di Kota Bengkulu, tidak apa-apa banyak perempuan. Jika kondisinya seperti di Kabupaten yang terkadang wilayahnya terjal dan lainnya, maka ini akan sulit. Selain itu, terlihat juga penyuluh agama ini banyak yang tidak bekerja, jadi hanya makan gaji buta. Kasihan masyarakat kita,” terang Junaidi, dilansir Rakyat .

Bengkulu dalam “Kemenag Butuh 6.500 Honorer”, Senin (2/7/2012, halaman 5)

Junaidi menambahkan, terlalu banyak tukang khutbah, dai dan daiyah, ustad di daerah kota. Tapi masih minim sekali untuk wilayah kabupaten dan desa-desa yang terpencil. “Ya kita harapkan banyak yang terjun ke desa. Termasuk Kepala Kemenag, jangan hanya di kantor saja. Agendakan Senin-Kamis memang bekerja di kantor, di meja kerja. Lalu Jumat tinggalkan meja kerja. Mari turun ke desa. Dengan begini, masyarakat akan merasa bahagia,” kata Junaidi.

Kepala Kanwil (Kakanwil) Kemenag Provinsi Bengkulu H. Suardi Abbas, SH, MH mengungkapkan, Kemenag Provinsi Bengkulu membutuhkan sekitar 6.500 tenaga Penyuluh Agama Honorer. Jumlah tenaga penyuluh agama honorer yang kini berjumlah 2.604 orang, dianggap masih kurang. Kekurangan jumlah honorer itu disampaikan Suardi saat menyampaikan sambutan pembukaan acara pembinaan pegawai di Kanwil Kemenag oleh Menteri Agama Drs. H. Suryadharma Ali, M. Si. “Kami berharap tahun depan bisa ditambah oleh kementerian,” kata Suardi.

Menurut Suardi, dibutuhkannya ribuan tenaga penyuluh agama honorer dalam rangka mewujudkan Provinsi Bengkulu menjadi percontohan Gerakan Masyarakat Maghrib (Gemar) Mengaji. Ini sejalan dengan Program Pemda Provinsi yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 33 tahun 2011. Bahwa setiap anak tamatan Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidayah harus pandai membaca kita suci Alquran. (**)

About matololak

Matololak merupakan komunitas orang Bengkulu yang cinta Provinsi Bengkulu, yang bersifat nirlaba. Salah bentuk kecintaan terhadap Provinsi Bengkulu, matololak membangun blog Kabar Tobo Kito dengan menyeleksi, mengemas ulang dan mempublikasikan berita-berita yang diterbitkan oleh media massa dan media sosial.

Diskusi

One thought on “Junaidi: Banyak Penyuluh Agama Makan Gaji Buta

  1. kemerosotan moral bangsa ini harus mulai diperbaiki dari semua lini dan sisi. mulai dari yang terpenting “AGAMA”. tolong pemerintah agar memperhatikan masalah ini dalam porsi yang lebih besar, bukan sekedar wacana!.

    Posted by amb | 2 Juli 2012, 2:35 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Statistik

  • 107,742 hits

Fans Page Kabar Tobo Kito

Follow Kabar Tobo Kito on Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Menjadi teman di Facebook

Ketik alamat email anda untuk mengikuti berita terbaru dari Blog Kabar Tobo Kito

matololak

Matololak merupakan komunitas orang Bengkulu yang cinta Provinsi Bengkulu

%d blogger menyukai ini: