*
baco dulu cik..
EKONOMI, INFRASTRUKTUR, INVESTASI, KRIMINAL

Investor Bisa Enggan Berinvestasi di Bengkulu

Lizar Alfansi – Pengamat Ekonomi
foto: facebook.com

Kabar Tobo Kito – Tingginya tingkat kriminalitas di jalur lintas Lubuk Linggau – Curup tidak bisa terus dibiarkan. Karena akan memberi pengaruh negatif terhadap perkembangan ekonomi Kabupaten Rejang Lebong dan Provinsi Bengkulu. Situasi tersebut bisa mengakibatkan investor enggan berinvestasi di Bengkulu.

“Masuk keluarnya distribusi jasa dan barang terpusat di jalur itu. Contoh kecilnya, distribusi barang bagi para pedagang dari wilayah Sumatera Selatan atau Jambi, mereka akan pikir dua kali memasok barang jika jalan yang dilalui tidak aman dari perampok. Apalagi para investor, mungkin harus berpikir sepuluh kali kalau ingin menanamkan modalnya di Provinsi Bengkulu, terutama Kabupaten Rejang Lebong,” kata Pengamat Ekonomi Bengkulu Prof. Lizar Alfansi, dilansir Rakyat Bengkulu dalam “Lembak Berkonflik, Ekonomi Terganggu”, Kamis (28/6/2012, halaman 1).

Lizar menambahkan, Pemda Provinsi, Rejang Lebong dan kepolisian tidak bisa membiarkan saja kondisi tersebut. “Tidak dapat dipungkiri, semakin aman sebuah daerah, akan semakin mendorong kemajuan ekonomi. Satu hal saja yang harus kita pahami, bagaimana investor mau menanamkan modal jika tahu daerah tujuannya tidak aman dan otomatis tidak nyaman. Termasuk situasi keamanan di wilayah Lembak akan sangat berpengaruh bagi perekonomian,’’ kata Lizar.

Kapolres Rejang Lebong AKBP. I Ketut Yudha Karyana, S.Ik beserta anggota kemarin mulai memberanikan diri menginjakkan kaki ke wilayah Lembak khususnya di Kecamatan Binduriang. Kedatangannya mengunjungi kediaman orangtua Ardan alias Cik Udan (19) di Desa Kampung Jeruk tersebut diterima masyarakat Binduriang dengan terbuka.

Dalam kesempatan itu, Ketut menyampaikan permohonan maaf atas insiden bentrok yang mengakibatkan Ardan tewas. Termasuk 3 korban luka tembak, masing-masing Sapri (28), warga Desa Simpang Beliti, Budiono dan Rizal, warga Desa Kepala Curup, Binduriang. Ketut juga berjanji segera melakukan kegiatan untuk merangkai kembali hubungan harmonis antara masyarakat dengan polisi.

“Sesuai janji kami, seluruh pengobatan korban kami yang menanggung. Termasuk ongkos keberangkatan haji kepada orangtua Ardan. Mari kita jadikan insiden ini sebagai pelajaran agar ke depan kehidupan masyarakat lebih sejahtera. Namun kami juga meminta peran serta dari masyarakat dalam menjaga keamanan di wilayah Binduriang ini,” kata Ketut. (**)

About matololak

Matololak merupakan komunitas orang Bengkulu yang cinta Provinsi Bengkulu, yang bersifat nirlaba. Salah bentuk kecintaan terhadap Provinsi Bengkulu, matololak membangun blog Kabar Tobo Kito dengan menyeleksi, mengemas ulang dan mempublikasikan berita-berita yang diterbitkan oleh media massa dan media sosial.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Statistik

  • 107,746 hits

Fans Page Kabar Tobo Kito

Follow Kabar Tobo Kito on Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Menjadi teman di Facebook

Ketik alamat email anda untuk mengikuti berita terbaru dari Blog Kabar Tobo Kito

matololak

Matololak merupakan komunitas orang Bengkulu yang cinta Provinsi Bengkulu

%d blogger menyukai ini: