*
baco dulu cik..
PERKEBUNAN, SOSIAL

Kaki Polisi Tertembak Senjata Api Rekannya

Kabar Tobo Kito – Kaki kiri anggota Samapta Polres Bengkulu Utara Briptu Mardani tertembak peluru karet dari senjata api anggota polisi lainnya yang diduga terjatuh saat mengamankan puluhan warga Seluma, Kota Bengkulu dan Bengkulu Selatan yang mengkapling lahan milik PT Agri Andalas di Desa Pondok Kubang, Bengkulu Tengah.

“Tidak ada unsur kesengajaan. Peluru berasal dari senjata api yang jatuh saat suasana ramai dan rusuh antara massa dengan polisi. Belum jelas dari senjata anggota yang mana peluru karet itu,” kata Kapolres BU, AKBP. Asep Teddy Nurasyah, dilansir Rakyat Bengkulu dalam “80 Warga Diamankan, 1 Polisi Tertembak”, Senin (4/6/2012, halaman 1).

Peristiwa berawal polisi mengepung dan mengejar warga yang sedang menebas lahan. Polisi berusaha menyita senjata tajam yang digunakan warga. Warga yang merasa dibubarkan paksa berusaha melakukan perlawanan. Karena jumlah polisi lebih banyak dan bersenjata lengkap, warga memilih kabur. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran. Setelah terkepung, 80 warga berhasil diamankan.

Warga yang diamankan dikumpulkan. Sajam yang dipegang warga disita. Warga dimasukkan ke dalam truk polisi. Dari puluhan warga yang diamankan dan dimasukkan ke truk, terlihat 6 warga tangannya diikat tali plastik. Mereka diikat karena dinilai tidak kooperatif saat mendengar arahan Kapolres.

Teddy mengatakan, pengamanan warga karena sudah mendapatkan laporan resmi dari PT. Agri Andalas. Selain itu, warga sudah merusak lahan dalam HGU PT Agri Andalas seluas 50 Ha yang ditebas dan dibuat kaplingan. Selain anggota polisi yang tertembak, seorang warga Pekan Sabtu, Teddy terluka bagian kaki kirinya akibat benturan benda keras.

Koordinator warga yang menggarap lahan Dion dilansir Bengkulu Ekspress dalam “Bentrok Berdarah”, Senin (4/6/2012) mengatakan, “Kami menggarap karena menyakini lahan ini tak bertuan. Karena keputusan Pengadilan Negeri Argamakmur tidak berjung dan berakhir tanpa kejelasan. Berdasarkan kenyataan itu, kami berhap menggarap lahan yang tidak jelas kepemilikannya”.

Sementara Manager Umum PT Agri Andalas, Hasan Slamet mengatakan, lahan yang digarap kelompok sudah sekitar 60 hektare. “Mereka menggarap kucing-kucingan, masuk melalui Desa Pondok Kubang. Kami tahu setelah anggota polisi menelepon,” kata Hasan. (**)

About matololak

Matololak merupakan komunitas orang Bengkulu yang cinta Provinsi Bengkulu, yang bersifat nirlaba. Salah bentuk kecintaan terhadap Provinsi Bengkulu, matololak membangun blog Kabar Tobo Kito dengan menyeleksi, mengemas ulang dan mempublikasikan berita-berita yang diterbitkan oleh media massa dan media sosial.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Statistik

  • 107,746 hits

Fans Page Kabar Tobo Kito

Follow Kabar Tobo Kito on Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Menjadi teman di Facebook

Ketik alamat email anda untuk mengikuti berita terbaru dari Blog Kabar Tobo Kito

matololak

Matololak merupakan komunitas orang Bengkulu yang cinta Provinsi Bengkulu

%d blogger menyukai ini: